3 Strategi Untuk Menghindari Kesalahan Mengelola Stok

3 Strategi Untuk Menghindari Kesalahan Mengelola Stok

Manajemen atau pengelolaan stok merupakan kegiatan melakukan pengecekan ataupun perhitungan mengenai barang-barang. Disebut juga stok yang terdapat di gudang perusahaan. Pengelolaan stok merupakan komponen penting dalam sebuah bisnis. Hal tersebut karena pengelolaan atau manajemen stok merupakan dasar dalam penentuan harga, jumlah barang yang dijual dan berbagai kebijakan dalam bisnis lainnya.

Manajemen atau pengelolaan stok secara manual memungkinkan terjadi berbagai kesalahan yang disebabkan oleh Human Error. Beberapa kesalahan kerap terjadi pada proses manajemen. Saat proses pengelolaan stok biasanya kesalahan ada pada pencatatan arus barang dan kesalahan dalam pendataan persediaan barang yang terdapat di gudang perusahaan. Kesalahan pada pencatatan arus barang (keluar dan masuk) merupakan kecerobohan paling sering dilakukan.

Kesalahan pada proses pencatatan berakibat pada perbedaan jumlah stok barang baru datang dengan yang terdapat lama pada gudang persediaan. Selain itu, terdapat pula kesalahan pada pendataan persediaan barang pada saat melakukan manajemen atau pengelolaan stok barang. Kesalahan pendataan persediaan inilah yang dikhawatirkan mampu mempengaruhi kinerja dari sebuah perusahaan dalam berbisnis.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami mencoba untuk menjelaskan dan memaparkan 3 strategi utama yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kesalahan dasar pada pengelolaan stok barang. Berikut 3 strategi utama yang dapat dilakukan:

1. Pilah Barang-Barang Atau Stok

Strategi pertama adalah memilah barang-barang pada persediaan gudang. Memilah barang-barang yang terdapat pada daftar persediaan, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Seperti pemilihan berdasarkan jenis barang, pemilahan berdasarkan kualitas barang, serta pemilahan berdasarkan waktu pembelian barang. Masing-masing dari teknik pemilahan barang memiliki spesifikasi dan keunggulan masing-masing.

Pemilihan menggunakan perbedaan jenis, merupakan pemilihan barang atau produk berdasarkan jenis barang yang dibeli oleh perusahaan. Pemilihan model ini biasanya menggunakan kode-kode tertentu. Fungsinya untuk memudahkan penghitungan persediaan barang yang ada.

Pemilihan barang atau produk dalam mengelola stok berfokus pada kualitas barang. Pemilihan menggunakan metode ini umum digunakan untuk mengelola stok pada persediaan barang. Biasanya produk dengan kualitas tertentu (terbaik atau sebaliknya) diletakkan pada baris yang berbeda untuk memudahkan pencarian nantinya.

Sistem pemilahan terakhir adalah, menggunakan sistem berdasarkan waktu pembelian atau waktu masuknya barang. Pemilahan barang atau stok berdasarkan sistem waktu bertujuan untuk mengklasifikasikan barang-barang mana akan dijual berdasarkan waktu.

Hal tersebut bertujuan, agar barang atau produk datang terlebih dahulu maka akan keluar terlebih dahulu. Ini dilakukan guna menghindari adanya barang atau produk yang mengalami kerusakan atau terlalu lama berada di dalam gudang.

2. Mempersiapkan Data Seakurat Mungkin

Strategi atau metode yang kedua, yakni memastikan ketersediaan data seakurat mungkin. Strategi kedua ini hampir merupakan kelanjutan dari adanya strategi pertama. Di mana adanya sistem pencatatan baik maka ketersediaan data yang diperlukan oleh pengelola stok barang digudang menjadi lebih baik pula. Kesiapan data akurat merupakan hasil dari proses pengelolaan secara tepat dan cermat. Sehingga menghasilkan laporan data optimal

Adanya data akurat membuat kesalahan-kesalahan yang sering terjadi akibat Human Error dapat diminimalisir. Akurasi data juga dapat disiapkan melalui sejumlah resi atau catatan-catatan. Baik penjualan, atau pun pembelian yang tersimpan rapi. Sehingga membantu dalam proses pencarian data apabila dibutuhkan.

Memiliki data secara terorganisir membuat sebuah perusahaan tidak ragu mengambil suatu keputusan berkaitan dengan marketing, maupun produksi. Selain itu, perusahaan yang memiliki data memadai dalam hal stok barang akan menguntungkan dari segi keuangan. Hal tersebut terjadi karena, dengan adanya akurasi data yang baik maka perusahaan akan lebih mudah melakukan akumulasi dalam neraca keuangan.

3. Melakukan Forecasting Persediaan

Strategi ketiga adalah melakukan forecasting terhadap persediaan. Forecasting merupakan salah satu cara atau metode statistik yang digunakan untuk memprediksi sesuatu di masa depan. Dalam hal ini, forecasting digunakan untuk membuat perkiraan jumlah barang atau produk tertentu mengenai waktu kapan persediaan tersebut akan habis.

Cara ini biasa digunakan dalam sistem pengelolaan dan manajemen stok berbasis manual. Tujuannya untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memulai membeli stok barang tertentu. Biasanya ini kerap dilakukan menjelang hari raya. Seiring dengan tingginya permintaan pasar jelang Idul Fitri misalnya, akan berpengaruh terhadap perencanaan stok.

Sebab setelah Idul Fitri, supplier cenderung mengambil libur (tidak menerima orderan). Jadi, pemahaman mengenai barang mana saja yang akan cepat busuk, mana yang tahan lama, atau bisa diawetkan menjadi catatan penting. Biasanya juga, ini bukan hanya menjadi tugas pengelola stok di gudang. Tetapi melibatkan juru masak serta tim finance untuk terjun secara langsung. Karena pengeluaran akan membengkak di hari-hari terakhir Ramadhan.

Itulah 3 strategi yang dapat Anda jadikan referensi. Untuk meminimalisir tingkat kesalahan dan mungkin terjadi pada saat mengelola persediaan stok yang dimiliki.

Share on facebook
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on email

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Basket

Jadilah yang pertama untuk mendapatkan update & exclusive konten langsung ke email Anda.

SUBSCRIBE 
Your information will never be shared
close-link

Dapatkan strategi bisnis & marketing untuk meningkatkan penjualan Anda.

Masukan Nama dan Email untuk terus mendapatkan update artikel terbaru.
DAFTAR SEKARANG
Terms and Conditions apply
close-link
Click Me