5 Kesalahan Mengelola Stok Yang Mungkin Anda Lakukan

5 Kesalahan Mengelola Stok Yang Mungkin Anda Lakukan, Sadari dan Atasi

Kesalahan mengelola stok persediaan dapat mengakibatkan masalah besar untuk bisnis apapun. Seperti halnya pada merek ”Nike”. Pada awal 2000-an, produsen besar pakaian atletik dan aksesoris ini kehilangan 100 juta dolar dalam penjualan dan harga saham mereka terancam sekitar 20% disebabkan kesalahan persediaan.

Perangkat lunak yang baru diimplementasikan untuk manajemen persediaan mereka terdapat banyak bug dan kesalahan data yang mengakibatkan perkiraan permintaan tidak akurat. Isu-isu ini mengakibatkan kelebihan produksi produk yang dalam kenyataannya tidak semua produk tersebut terjual.

Hal ini menunjukkan bahwa kejadian tersebut dapat terjadi pada siapa saja. Jika Anda tahu apa kesalahan persediaan paling sering dibuat, Anda dapat menghindari kemungkinan kerugian yang akan diderita perusahaan. Setidaknya Anda lebih siap untuk potensi situasi bencana. Berikut adalah beberapa kesalahan berhubungan dengan pengelolaan stok persediaan dan mungkin Anda pernah lakukan serta cara menghindarinya:

1. Melakukan Pemeriksaan Persediaan Tahunan

Seringkali bisnis akan membutuhkan satu hari dalam setiap tahun untuk pemeriksaan stok persediaan mereka terhadap informasi pada sistem. Operasi berhenti untuk jangka waktu tertentu selama dilakukan pemeriksaan. Di zaman modern ini banyak perusahaan menganggap praktek tersebut telah usang serta kontra-produktif.

Kemudian hadirlah alternatif perhitungan stok siklus secara berkala. Ini berarti bahwa pemeriksaan persediaan dilakukan secara terus-menerus sepanjang tahun, bukan per tahun. Telah ditemukan oleh banyak pebisnis bahwa perhitungan siklus tidak mengganggu transaksi sehari-hari dan tidak banyak memakan waktu.

Juga, dengan rentang waktu pendek antara satu pemeriksaan ke pemeriksaan lain, kesalahan akan lebih mudah ditemukan. Jika Anda melakukan pemeriksaan persediaan sebagai bagian dari rutinitas harian atau mingguan Anda, tidak akan terasa seperti tugas yang sulit, tentu lebih menjamin dari pemeriksaan stok, daripada dilakukan pertahun.

2. Memiliki Gudang Dengan Penyimpanan Tidak Teratur

Biasanya mengecek persediaan sering membuat frustasi staf, karena kebiasaan penyimpanan tidak teratur atau berantakan. Kadang-kadang orang hanya akan menempatkan persediaan di tempat mana pun yang dapat mereka temukan tanpa mempertimbangkan apakah itu memang lokasi ideal meski masih dalam ruangan gudang. Hal ini terutama berlaku untuk perusahaan dengan pertumbuhan bisnis yang memiliki lonjakan permintaan dan pasokan produk yang besar secara serentak.

Pelabelan rak dan strategi penyimpanan lainnya menjadi solusi penting dilakukan untuk menjaga gudang lebih terorganisir. Selain itu, pegawai yang membawa persediaan perlu selalu menempatkan item di tempat yang tepat untuk memastikan bahwa sistem terus bekerja.

Juga, pikirkan tentang jenis barang apa saja dan akan dibawa kemanakah mereka. Menjadi pertanyaan wajib saat akan menempatkan suatu persediaan. Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa kesalahan penempatan bahkan pengiriman item bisa dihindari dengan memperbesar kemudahan untuk mengakses dimana tempat dalam gudang lebih terorganisir.

3. Kurangnya Otomatisasi

Pengecekkan stok persediaan secara manual atau tradisional dapat menghambat berbagai hal dan memakan banyak waktu. Mungkin beberapa pebisnis lebih suka dengan pengecekkan secara manual. Terutama jika berada pada usaha kecil, tetapi bagaimana untuk perusahaan dengan produksi produk melimpah? Tentu hal tersebut akan sangat menghambat dalam perjalanan bisnis.

Sistem manajemen persediaan yang lebih terotomatisasi akan lebih mudah untuk melakukan pembaruan dalam stok penyimpanan jika suatu hari diperlukan. Misalnya jika ingin melakukan pengosongan stok barang musim tertentu, atau produk dengan siklus hidup tidak lama. Sistem otomatis dapat membantu mencegah hilangnya informasi. Otomatisasi juga membantu dalam perkiraan lebih akurat dan cepat dengan membuat pola jelas.

4. Pelatihan Yang Tidak Memadai Dan Komunikasi

Pegawai yang menggunakan dan menerapkan sistem persediaan perlu memiliki pengetahuan memadai tentang hal itu. Ada risiko nyata dalam memberikan seseorang tanggung jawab penuh terhadap persediaan, jika kurangnya otoritas pengetahuan praktis di seluruh sistem persediaan. Hal ini menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat dengan persediaan harus memiliki pelatihan tepat sebelum memulai pekerjaan, hal itu untuk menghindari masalah pengelolaan stok di lain waktu

Kemudian, seharusnya tidak hanya satu orang menangani persediaan. Jika itu satu orang yang bertanggung jawab tidak masuk kerja, Anda tidak akan dapat mengakses pengetahuan dalam situasi darurat. Jadi, pelaksanaan pengelolaan stok harus konsisten diterapkan dari orang ke orang untuk menghindari kesalahan fatal dan kebingungan.

Komunikasi konstan juga sangat penting perannya di sini, tidak hanya antara mereka yang mengelola persediaan, tetapi juga antara semua departemen. Jika, misalnya, departemen penjualan Anda tidak sadar dengan kekurangan persediaan, mereka mungkin tim marketing akan menjual produk yang sebenarnya tidak tersedia.

5. Tidak Adanya Perkiraan

Tidak adanya perkiraan penjualan sama sekali atau melakukannya dengan tidak akurat dapat mengakibatkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pelanggan. Sehingga terjadi penurunan potensial dalam kepuasan pelanggan. Menggunakan data persediaan untuk perencanaan proaktif membantu Anda mengetahui apa yang sedang tren di masyarakat, memperkirakan keinginan pelanggan dan produk yang mungkin populer.

Share on facebook
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on email

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Basket

Jadilah yang pertama untuk mendapatkan update & exclusive konten langsung ke email Anda.

SUBSCRIBE 
Your information will never be shared
close-link

Dapatkan strategi bisnis & marketing untuk meningkatkan penjualan Anda.

Masukan Nama dan Email untuk terus mendapatkan update artikel terbaru.
DAFTAR SEKARANG
Terms and Conditions apply
close-link
Click Me