Ukur Kinerja Penjualan Toko Online Anda Dengan 5 Metrik Penting Ini!

Kenalkan, ini Ibu Rina, pebisnis toko online yang berjualan hijab dan aksesorisnya. Usaha yang dirintis sejak 3 tahun lalu ini, kini mendulang omzet penjualan setidaknya 20-30 juta per bulan. Dengan meningkatnya penjualan di toko online dan juga permintaan stok dari reseller, Ibu Rina mengaku mulai kewalahan soal mengukur performa/kinerja toko onlinenya. Walaupun saat ini Ibu Rina sudah memiliki 3 orang karyawan tetap dan beberapa karyawan paruh waktu, beliau mengaku masih kesulitan dalam mengelola pelanggan tetap, mengukur efisiensi produksi, dan pembelanjaan bahan baku.

Apakah Anda memiliki pengalaman yang senada dengan Ibu Rina? Metrik apa saja yang harus dimonitor untuk mengukur performa toko online Anda?

Sebelum terlalu pusing melihat data-data tabel pivot Excel, berikut 5 metrik mendasar yang paling penting untuk pebisnis toko online seperti Anda:

1. Jumlah pelanggan
2. Jumlah produk yang terjual per satu pelanggan
3. Penjualan Rata-rata
4. Jumlah produk terjual per transaksi
5. Jumlah transaksi dalam satu periode

Yuk, kita lihat satu per satu metrik yang sudah disebut di atas.

1. Jumlah Pelanggan

Pelanggan adalah satu-satunya sumber yang dapat menghasilkan pendapatan untuk toko online Anda. Semakin banyak Anda mendatangkan pelanggan untuk mengunjungi situs toko online Anda, semakin besar kemungkinan mereka untuk berbelanja. Mengukur berapa banyak jumlah calon pelanggan (Leads) dan pelanggan Anda (Customer) sangatlah mudah. Jika Anda pebisnis toko online yang sudah memiliki situs untuk berjualan, biasanya Anda bisa dengan mudah menggunakan Google Analytics Atau menggunakan Software CRM seperti https://invent.id/ yang bakal rilis sebentar lagi.

Di Invent.id Anda juga bisa melihat jumlah pelanggan melalui data transaksi penjualan, mengkategorikan pelanggan anda seperti Reseller, Distributot, Pelanggan biasa, dll. Anda perlu monitor secara berkala, dan bandingkan hasil periode ini dengan periode lalu untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kinerja penjualan Anda.

2. Jumlah Produk Yang Terjual Per Satu Pelanggan

Setelah Anda memantau informasi mengenai pelanggan, metrik paling penting berikutnya adalah: ada berapa transaksi per 1 pelanggan dalam satu periode tertentu?

Mari kita ambil contoh studi kasus dari toko online Ibu Rina.

Della dan Kiki adalah pelanggan toko online Ibu Rina. Dalam 1 bulan, Della berbelanja di toko online Ibu Rini sebanyak 3x dengan rata-rata pembelian sebesar 150 ribu rupiah per 1x pembelanjaan. Berbeda dengan Della, Kiki hanya berbelanja 1x dalam 1 bulan namun dengan rata-rata pembelian sebesar 500 ribu rupiah per 1x pembelanjaan.

Kira-kira siapakah yang bisa disebut sebagai top spender customer toko online Ibu Rina?

Mengetahui kemampuan daya belanja pelanggan per satu transaksi dalam periode tertentu dapat memberikan Anda gambaran tentang profil pelanggan Anda. Dalam studi kasus toko online Ibu Rina di atas, Kiki dapat kita sebut sebagai top spender atau pelanggan yang memiliki kemampuan daya beli tinggi, walaupun hanya membeli 1 buah barang/produk.

Della, walaupun memiliki kemampuan daya belanja yang lebih rendah, namun memiliki items per transactions yang lebih tinggi dibandingkan Kiki. Tergantung dari target apa yang ingin Anda tetapkan, keduanya adalah metrik yang penting untuk dipantau secara berkala.

3. Penjualan Rata-rata

Tahukah Anda, berapa rupiah rata-rata dihabiskan pelanggan saat membeli barang/produk di toko online Anda? Bagaimana perubahan perilaku berbelanja pelanggan Anda dari waktu ke waktu? Bagaimana cara menghitungnya?

Berikut adalah formula sederhananya:

Average sales order value = Total Penjualan (rupiah) / banyaknya jumlah transaksi

Metrik ini adalah cara mengukur produktivitas penjualan yang paling efektif. Mengapa? Mari kita lihat contoh kisah penjualan hijab Ibu Rina.

Di bulan Juli 2017, Ibu Rina menerima banyak orderan hijab dikarenakan momen menjelang Lebaran. Di bulan itu, Ibu Rina mendapatkan 1,000 transaksi pembelian hijab model A dari pelanggannya. Cukup banyak bukan? Jika 1 hijab dikenakan harga ritel sebesar 50 ribu rupiah, ini artinya Ibu Rina memperoleh omzet penjualan sebesar 50 juta. Rata-rata penjualan per transaksi di bulan Juli 2017 adalah Rp. 50,000.

Bandingkan dengan bulan Juli 2016: orderan hijab B yang diterima hanya sebanyak 750 potong. Saat itu, 1 hijab dikenakan harga 85 ribu rupiah, sehingga omzet yang diperoleh oleh Ibu Rina adalah sekitar 63,750 juta. Rata-rata penjualan per transaksi di bulan Juli 2016 adalah Rp. 85,000

Mana menurut Anda yang lebih menguntungkan?

Secara umum, daya beli rata-rata masyarakat ada batasnya. Sebagai pebisnis, Anda harus peka dengan kondisi pasar dan kemampuan membeli pelanggan/calon pelanggan di target pasar Anda. Menempelkan harga 500 ribu rupiah untuk sepasang kaus kaki katun biasa akan menjadi tidak rasional, jika target pasar Anda memiliki daya beli jauh dibawah harga tersebut. Terkadang, mendapatkan lebih banyak pelanggan dan lebih banyak transaksi merupakan hal terbaik, walaupun nilai rata-rata pembelian menjadi turun.

4. Jumlah Produk Terjual Per Transaksi

Jika Anda sudah menggunakan sistem penjualan tertentu seperti POS, misalnya, data mengenai volume transaksi biasanya tercatat dalam sistem tersebut. Jika volume transaksi Anda rendah, jumlah produk/barang yang dibeli mungkin tidak akan terlihat terlalu signifikan. Sebagai contoh: bandingkan pembelian 1 buah hijab dengan pembelian 1 buah smartphone. Walaupun sama-sama 1 transaksi, pembelian smartphone tentunya memiliki harga (value) yang lebih tinggi.

Saat penjualan rata-rata Anda berada pada X rupiah, namun jumlah produk yang dibeli lebih banyak, dapat kita asumsikan bahwa lebih banyak pelanggan Anda yang membeli produk dengan harga yang lebih murah.

Secara umum, jika rata-rata penjualan Anda naik, jumlah produk yang dibeli juga meningkat. Namun akan lebih baik jika jumlah barang yang dibeli lebih lambat kenaikannya dibandingkan jumlah rata-rata penjualan. Sebagai pebisnis online, tentunya Anda ingin mendapatkan lebih banyak profit, bukan hanya sekedar menjual produk lebih banyak.

5. Jumlah banyaknya transaksi Dalam Satu Periode

Secara definisi, sales count adalah jumlah banyaknya transaksi penjualan produk pada suatu perusahaan dalam jangka waktu periode tertentu.

Kenapa metrik ini penting?

Saat memiliki sebuah bisnis, Anda harus memiliki target jangka panjang. Untuk pebisnis toko online di industri fashion dan aksesoris, ada model tertentu yang harus Anda jual sebelum koleksi untuk musim berikutnya datang. Mengetahui kinerja penjualan toko online Anda dengan menilik total transaksi dalam satu periode, dapat membantu Anda membuat rencana jangka panjang yang lebih terukur. Dengan begitu, Anda dapat melakukan perubahan-perubahan yang dibutuhkan jika Anda sudah mengetahui seberapa jauh pencapaian target transaksi dan pendapatan Anda sebelum periode tersebut berakhir.

Ada banyak metrik atau indikator yang dapat dimonitor oleh pengelola atau pemilik toko online seperti Anda. Namun, 5 metrik yang sudah kami jelaskan di atas adalah indikator utama yang penting untuk Anda jadikan panduan dalam memantau kinerja penjualan toko online Anda.

Dan di aplikasi Invent.id anda dapat memantau semua nya dengan mudah sehingga dapat memberikan anda insight untuk keputusan bisnis dan marketing anda kedepannya.

Ingin lebih mudah memantau kinerja penjualan toko online Anda? Nantikan peluncuran Invent POS untuk slot yang terbatas!

Comments
pingbacks / trackbacks

Leave a Comment

Start typing and press Enter to search